Apa Sih Bedanya Material Helm Thermoplastic & ABS High Impact? Lebih Aman yang Mana Ya?
- Nov 14, 2025
- 5 min read
Helm sangat penting untuk keselamatan riders. Memilih material yang tepat dapat membuat perbedaan besar dari segi keamanannya.
Thermoplastic dan ABS high impact adalah material helm yang populer di Indonesia. Masing-masing memiliki keunggulan dan manfaat yang berbeda.
Helm thermoplastic dikenal karena keterjangkauan dan fleksibilitasnya. Helm jenis ini seringkali lebih berat namun menawarkan perlindungan yang baik.
Helm ABS high impact dipuji karena ketangguhannya. Helm ini secara efektif menyerap dan mendistribusikan energi benturan secara efektif.
Memahami material-material ini membantu dalam membuat pilihan yang tepat. Mari kita telusuri perbedaan dan aspek keselamatannya.
Apa Itu Material Thermoplastic dan ABS High Impact?
Material thermoplastic dikenal karena serbaguna. Material ini digunakan dalam berbagai pengaplikasian, termasuk produksi helm. Helm dengan material thermoplastic dibuat dengan menyuntikkan plastik ke dalam cetakan, yang memungkinkan kreativitas dalam desain.
ABS, atau Acrylonitrile Butadiene Styrene, adalah jenis spesifik dari thermoplastic. Material ini terkenal karena resistansi benturan (impact resistance) yang tinggi. Sifatnya awet dan tangguh, menjadikannya pilihan favorit untuk pembuatan banyak helm.
Baik material thermoplastic maupun ABS memiliki fitur yang berbeda:
Thermoplastic: Hemat biaya, fleksibel, lebih berat.
ABS: Resistansi benturan tinggi, awet, berat yang seimbang.

Helm dengan material thermoplastic umumnya ramah di kantong atau bisa dibilang murah. Hal ini membuatnya dapat dimiliki oleh berbagai kalangan riders. Helm ini mungkin terdegradasi lebih cepat di bawah paparan sinar UV, namun tetap dapat diandalkan.
Di sisi lain, helm ABS high impact menangani benturan dengan baik. Helm ini dirancang untuk menahan beberapa kali benturan tanpa kerusakan yang berarti. Ini menambah lapisan keamanan ekstra bagi riders.
Memahami material-material ini membantu pengguna memilih helm yang tepat. Ini memastikan keseimbangan antara keamanan, biaya, dan preferensi gaya.
Proses Pembuatan dan Karakteristik Material Helm Thermoplastic
Proses pembuatan helm thermoplastic dimulai dengan biji plastik mentah. Biji plastik ini dilelehkan dan kemudian disuntikkan ke dalam cetakan khusus. Metode ini memungkinkan penyesuaian berbagai desain dan bentuk, bisa half face atau full face, semua tergantung kebutuhan.
Pembuatan helm thermoplastic melibatkan kontrol suhu yang cermat. Hal ini memastikan material mengeras dengan benar di dalam cetakan. Setelah didinginkan, helm siap untuk tahap produksi selanjutnya.
Helm thermoplastic memiliki beberapa karakteristik penting:
Keterjangkauan: Umumnya lebih ramah anggaran dibandingkan material komposit.
Fleksibilitas Desain: Memungkinkan desain yang lebih kompleks dan bervariasi.
Bobot: Seringkali lebih berat dibandingkan opsi komposit.

Image source: google
Helm-helm ini menawarkan perlindungan yang baik dengan biaya lebih rendah. Helm ini sangat populer di kalangan riders pemula yang mencari pilihan ekonomis.
Keterbatasan helm thermoplastic adalah bobotnya. Meskipun harganya terjangkau, hal ini dapat mempengaruhi kenyamanan para riders, terutama ketika perjalanan jauh.
Memahami karakteristik ini dapat membantu dalam membuat keputusan dalam memilih helm yang tepat. Menyeimbangkan keamanan, desain, dan biaya adalah sebuah pertimbangan besar bagi kebanyakan riders.
Keunggulan dan Kekurangan Material ABS High Impact pada Helm

Material ABS high impact menawarkan manfaat signifikan untuk konstruksi helm. Dikenal karena ketangguhannya yang sangat baik, material ini unggul dalam ketahanan terhadap benturan. Hal ini menjadikannya pilihan populer untuk memastikan keselamatan.
Dibandingkan dengan material lain, ABS memberikan keseimbangan unik antara kekuatan material dan beratnya. Kombinasi ini memberikan perlindungan yang kuat tanpa menambah volume berlebih. Riders sering menghargai fitur ini untuk kenyamanan yang lebih baik.
Helm dengan material ABS dirancang untuk mendistribusikan energi benturan secara merata. Distribusi ini membantu mengurangi cedera kepala saat terjadi kecelakaan. Durabilitasnya juga memungkinkannya menahan beberapa benturan secara efektif.
Namun, ada beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan:
Biaya: Umumnya lebih mahal daripada thermoplastic atau sejenis lainnya.
Sensitivitas UV: Dapat terdegradasi lebih cepat jika terpapar sinar matahari dalam waktu lama.
Bobot: Lebih berat daripada helm komposit, yang mempengaruhi kenyamanan saat perjalanan jauh.
Meskipun ada kekurangan ini, helm dengan material ABS tetap disukai para riders profesional. Karena material ini menawarkan fitur keselamatan superior yang dibutuhkan riders ketika berkendara dengan berisiko tinggi.
Singkatnya, helm dengan material ABS menyajikan pilihan yang menarik bagi mereka yang memprioritaskan keselamatan. Ketahanan benturan dan durabilitasnya yang terbukti adalah keunggulan utamanya.
Perbandingan Material Thermoplastic vs ABS High Impact: Mana yang Lebih Aman?
Saat membandingkan material thermoplastic dan ABS high impact, keduanya memiliki profil keselamatan yang unik. Helm material thermoplastic harganya secara umum lebih terjangkau karena proses pembuatan yang lebih sederhana. Helm ini sering memberikan perlindungan yang cukup baik untuk riders pemula dengan biaya lebih rendah.
Sebaliknya, helm dengan material ABS high impact terkenal karena ketahanan benturannya yang kuat. Helm ini unggul dalam menyerap dan menyebarkan energi dari tabrakan. Hal ini membuatnya sangat efektif dalam melindungi kepala saat terjadi kecelakaan.
Helm dengan material thermoplastic bisa jadi lebih berat daripada helm ABS (ini tergantung spesifikasinya). Namun, material ini memungkinkan desain dan estetika yang lebih kompleks. Hal ini dapat menarik bagi mereka yang mencari gaya helm personal tanpa mengorbankan standar keselamatan.
Dalam hal masa pakai, helm ABS biasanya bertahan lebih lama. Helm ini lebih tahan terhadap faktor lingkungan seperti paparan UV. Daya tahan ini berarti helm mungkin tidak perlu diganti sesering mungkin, memastikan keselamatan dalam jangka panjang.
Namun, kedua jenis helm harus memenuhi sertifikasi keselamatan yang ketat. Ini memastikan helm memberikan perlindungan yang memadai dalam berbagai kondisi. Sangat penting untuk melihat sertifikasi yang telah ditetapkan pemerintah saat menentukan keamanan helm.
Perbedaan utama dapat meliputi:
Biaya: Helm thermoplastic umumnya lebih murah.
Durabilitas: Helm ABS seringkali bertahan lebih lama karena material yang superior.
Bobot dan Kenyamanan: Perbedaan berat dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan.
Pada akhirnya, pilihan bergantung pada kebutuhan dan preferensi individu. Anggaran, gaya berkendara, dan kenyamanan memainkan peran penting dalam keputusan tersebut.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Keamanan Helm
Penggunaan material tentunya sangat penting dari segi keamanannya, tetapi juga terdapat faktor lain yang mempengaruhi keamanan helm. Ukuran helm yang pas atau fit dengan kepala riders sangat penting demi perlindungan yang lebih efektif. Helm harus pas di kepala anda tanpa menyebabkan ketidaknyamanan.
Ventilasi adalah faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Karena aliran udara yang baik dapat mencegah panas berlebih (overheating), meningkatkan kenyamanan dan konsentrasi riders. Helm yang nyaman mendorong riders untuk memakai helm dengan konsisten meskipun hanya sekedar ke warung sebelah, serta berkontribusi pada keselamatan yang berkelanjutan.
Desain helm juga berperan dalam keselamatan riders. Desain yang aerodinamis dapat mengurangi hambatan angin sehingga meningkatkan stabilitas pada kecepatan tinggi dan mengurangi ketegangan leher.
Terakhir, perawatan rutin adalah kuncinya. Periksa apakah ada kerusakan seperti retakan atau tali yang terurai. Ganti helm setelah benturan keras atau setiap beberapa tahun, meskipun helm tampak baik-baik saja.
Faktor nonmaterial yang penting meliputi:
Kecocokan (Fit): Memastikan stabilitas dan perlindungan.
Ventilasi: Mencegah panas berlebih, meningkatkan kenyamanan.
Perawatan: Menjaga helm dalam kondisi baik untuk keamanan maksimal.
Tips Memilih Helm Sesuai Kebutuhan
Memilih helm yang tepat sebenarnya tergantung pada kebutuhan riders. Pertimbangkan kondisi dan frekuensi berkendara anda. Riders yang rutin bepergian mungkin memprioritaskan durabilitas dan kenyamanan dibandingkan dengan gaya.
Sertifikasi keselamatan sangat penting dalam memastikan kualitas helm tersebut. Carilah helm yang memenuhi standar keselamatan yang diakui seperti SNI resmi. Ini menjamin perlindungan yang andal selama berkendara.
Pertimbangkan anggaran anda tetapi juga jangan mengesampingkan keselamatan. Seimbangkan kualitas dan keterjangkauan. Ada banyak helm yang menawarkan perlindungan sangat baik dengan variasi harga yang menarik.
Gaya dan ukuran helm harus mencerminkan preferensi dan kebutuhan anda. Cobalah beberapa helm untuk menemukan fitment yang pas dengan kepala riders. Bentuk kepala setiap pengendara tentunya berbeda, jadi memilih ukuran yang tepat sangatlah penting.
Saat memilih helm, ingatlah tips berikut:
Nilai Kondisi Berkendara: Tentukan fitur apa yang Anda butuhkan berdasarkan seberapa sering dan di mana Anda berkendara.
Verifikasi Sertifikasi Keamanan: Pastikan helm memenuhi atau melampaui standar keselamatan.
Seimbangkan Biaya dan Fitur: Temukan helm yang menawarkan nilai (value) sesuai anggaran Anda.
Pastikan Ukuran Pas: Kenyamanan adalah kuncinya; helm yang pas meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pemakaian.
Kesimpulan: Pilih Material Helm yang Tepat untuk Keamanan Maksimal
Memilih helm yang tepat adalah langkah penting untuk keselamatan berkendara. Pertimbangkan material seperti thermoplastic dan ABS high impact, sesuai dengan kebutuhan anda. Keduanya memiliki kelebihannya masing-masing.
Pastikan helm memenuhi standar keamanan SNI resmi dan sesuai dengan budget anda. Ingatlah bahwa kenyamanan dan fitment yang baik akan meningkatkan perlindungan dan kenyamanan saat berkendara. Pilihan cerdas dapat meningkatkan rasa aman dalam setiap perjalanan. Kunjungi koleksi helm THI! klik disini!




Comments