Visor Iridium Dilarang Dipakai Malam Hari? Ternyata Ada Fakta Teknisnya!
- Feb 15
- 3 min read
Updated: Jun 17
Saat membeli helm umumnya mendapatkan visor berwarna bening atau smoke. Visor iridium cenderung lebih gelap, sudah di lapisi dengan lapisan khusus untuk menghalau silau dari sinar matahari sehingga visibilitas riders tetap nyaman saat naik motor pada siang hari.
Menggunakan helm dengan visor iridium memang menarik secara visual. Kesannya racing look, misterius, dan sudah pasti ganteng maksimal kalo dipake riding.
Banyak riders yang nekat tetap menggunakannya saat malam hari agar tetap terlihat kece. karena kacanya yang gelap, tentu bisa berdampak kurang baik kalau dipakai dimalam hari.
Berikut adalah fakta teknis mengapa visor iridium sangat berbahaya jika digunakan saat malam hari.
Kenapa bisa berbahaya? Mari kita bedah fakta teknisnya satu per satu.
1. Prinsip Kerja Lapisan Iridium: Memantulkan, Bukan Menyerap
Secara teknis, Visor ini dilapisi oleh lapisan logam tipis (metal oxide coating) yang dimana sifat utama lapisan ini adalah memantulkan cahaya, bukan menyerapnya.
Fitur ini sangat membantu meredam teriknya sinar matahari. Lapisan logamnya sangat efektif memantulkan sinar UV dan cahaya matahari yang menyilaukan, jadi cahaya tidak sepenuhnya masuk kedalam helm yang dapat mengganggu penglihatan, tentu hal ini bikin mata riders terasa adem dan nyaman.
Namun, saat malam hari, sumber penerangan yang minim seperti lampu jalan atau lampu kendaraan lain malah dipantulkan kembali keluar oleh visor. Akibatnya, jumlah cahaya yang berhasil masuk menembus ke mata riders jadi sangat sedikit.
2. Bahaya Angka VLT yang Terlalu Rendah
Dalam dunia optik helm, kita mengenal istilah VLT (Visible Light Transmission). ini adalah persentase seberapa banyak cahaya yang diizinkan menembus kaca sampai ke mata riders.
Standar keselamatan internasional (seperti ECE atau DOT) biasanya mewajibkan visor agar aman digunakan saat gelap harus punya VLT minimal 80-85% (hampir bening total).
Maka dari itu menggunakan visor iridium untuk malam hari sangat berisiko karena rata-rata visor jenis ini memiliki VLT di kisaran 10% sampai 15% saja. Artinya, visor ini memblokir 85% hingga 90% sebagian cahaya yang ada di sekitar riders sehingga penglihatan tidak jelas melihat objek disekitarnya.
3. Distorsi Warna
Visor iridium punya efek samping teknis lain yang bikin pusing saat kondisi minim cahaya.
Pertama, Distorsi Persepsi Warna. Lapisan iridium sering kali mengubah spektrum warna asli yang kita lihat. Kondisi ini bisa berbahaya pada malam hari karena mengurangi kontras pandangan. Riders bakal kesulitan membedakan mana jalan aspal dan mana trotoar, atau mendeteksi tumpahan oli dan pasir dalam gelap.
Kedua, Internal Reflection (Efek Cermin Terbalik). Pernah nggak sih riders malah melihat wajah sendiri di kaca helm saat berkendara malam? Ini terjadi karena hukum fisika: cahaya di luar (jalanan) lebih gelap daripada cahaya yang memantul di dalam helm (biasanya dari sorotan lampu mobil di belakang yang masuk lewat celah leher).
Akibatnya, visor iridium bertindak seperti cermin dua arah. Alih-alih fokus melihat jalanan di depan, mata riders justru terganggu oleh bayangan wajah sendiri yang terpantul jelas di bagian dalam visor. Akibatnya fokus jadi hilang karena visibilitas yang buruk.
4. Respon Pengendara
Dalam kondisi malam yang kurang cahaya, penglihatan kita menjadi fokus dengan memperhatikan jalan yang mungkin terdapat halangan seperti batu besar atau benda asing lainnya yang menghalangi jalan.
Akibatnya, otak butuh waktu lebih lama untuk memproses objek yang terlihat samar tersebut. Respon tubuh pun menjadi terlambat.
Ketika sadar ada lubang atau kendaraan mogok tanpa lampu di depan, waktu pengereman kamu sudah telat sekian detik.
Pada kecepatan 60 km/jam, keterlambatan reaksi 1 detik saja berarti motor riders sudah melaju sekitar sejauh 16,6 meter tanpa pengereman sama sekali. Jarak segitu sudah lebih dari cukup untuk menyebabkan kecelakaan fatal.
Kesimpulan
Visor iridium adalah visor yang dirancang untuk kenyamanan penglihatan riders ketika riding di siang hari yang terik. Jika tidak digunakan sesuai dengan fungsinya, hal ini bisa menurangi visibilitas misalnya ketika dipakai pada malma hari. Hal yang perlu diperhatikan yaitu dengan memaksimalkan fungsi visor sesuai kebutuhan. Gunakan visor iridium untuk menghindari teriknya matahari dan pastikan visor clear untuk kenyamanan di lingkungan yang minim cahaya. Atau bisa menggunakan fitur double visor agar lebih fleksibel.
Memaksimalkan gaya riding itu tidak masalah, namun jangan mengesampingkan keselamatan riders sendiri ya. Stay safe, Riders!
Visor Khandra Sudah Dirancang Khusus Untuk Kondisi Dinamis DI Indonesia.
Kunjungi Ecommerce Kita Ya, Variasi Helm dan Aksesoris Lainnya Juga Tersedia!
