Sering Dianggap Gabus Biasa, Ini Fungsi Vital EPS yang Tak Bisa Diremehkan
- Tayoh Helm Industri
- Dec 24, 2025
- 4 min read
Pernahkah riders membeli helm hanya karena motifnya keren atau warnanya matching dengan motor kesayangan? Kalau iya, tenang saja, riders tidak sendirian. Kebanyakan dari kita memang sering tergoda oleh tampilan luar. Tapi, tahukah riders hal sesungguhnya yang menyelamatkan kepalamu saat kecelakaan bukanlah dari batok atau cangkang helm yang keras, melainkan benda putih yang sering kita abaikan di dalamnya?
Ya, benda itu bernama EPS. EPS ini seringkali dikira sekadar "gabus murah" atau styrofoam biasa, padahal itu merupakan sebuah teknologi yang dapat meredam benturan yang bisa menyelamatkan nyawa kita.
Sebelum riders melakukan riding hari ini, mari kita bedah apa sebenarnya EPS, bagaimana ia bekerja, dan mengapa benda ini adalah komponen paling vital untuk keselamatan nyawa riders.
Apa Itu EPS?
EPS adalah singkatan dari Expanded Polystyrene. Dalam bahasa tongkrongan, orang sering menyebutnya styrofoam. Memang secara visual mirip dengan styrofoam untuk kotak pendingin ikan atau pelindung barang elektronik, tapi jangan salah sangka. EPS digunakan untuk helm yang dibuat dengan standar engineering yang jauh lebih presisi dan material yang berbeda kepadatannya (density) dibanding styrofoam yang beredar dipasaran.
Jika batok luar helm (shell) berfungsi untuk mencegah benda tajam menembus kepala dan menahan gesekan aspal, nah EPS ini berfungsi sebagai peredam benturan.
Bayangkan riders menjatuhkan telur ke lantai beton, pasti pecah, kan? Sekarang bayangkan riders menjatuhkan telur yang sama ke atas bantal busa yang tebal, telurnya masih tetap utuh. Nah, dalam analogi ini, kepala riders ibarat telurnya, dan EPS sebagai bantal busanya.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Ketika terjadi benturan keras, energi kinetik akan menghantam helm. EPS akan menyerap energi tersebut dengan cara memadat atau remuk (crushing). Proses peremukan inilah yang memperlambat gerakan kepala kamu secara drastis namun "lembut" (dalam hitungan milidetik), sehingga otak tidak membentur tengkorak bagian dalam terlalu keras.
Mengenal Jenis-Jenis EPS pada Helm
Tidak semua EPS helm diciptakan setara. Dalam dunia keselamatan berkendara modern, ada dua jenis konfigurasi EPS yang umum digunakan oleh pabrikan helm ternama:
1. Single Density EPS (Satu Kepadatan)
Ini adalah jenis yang paling dasar. Bagian dalam helm dilapisi oleh EPS dengan tingkat kekerasan yang sama rata di seluruh bagian.
Kelebihan: Biaya produksi lebih murah, membuat harga helm lebih terjangkau.
Kekurangan: Kurang optimal dalam menangani berbagai variasi kecepatan benturan. EPS yang terlalu keras mungkin tidak meredam benturan pelan dengan baik, dan sebaliknya.
2. Multi-Density EPS (Kepadatan Ganda/Majemuk)
Helm kelas menengah ke atas (seperti standar Snell atau ECE 22.06) biasanya menggunakan EPS jenis ini. Pabrikan menyusun lapisan EPS dengan tingkat kekerasan berbeda, ada bagian EPS yang lunak dan EPS yang keras.
Cara Kerja: Lapisan lunak meredam benturan kecepatan rendah (gegar ringan), sementara lapisan keras bertugas menangani benturan kecepatan tinggi (fatal).
Keunggulan: Memberikan perlindungan yang jauh lebih komprehensif dan adaptif terhadap skenario kecelakaan yang tidak terduga.
Dari kedua jenis EPS diatas, tentu memiliki redam benturan yang berbeda. Jenis EPS Single Density biasanya dipakai helm - helm dengan harga yang ramah dikantong yang beredar dipasaran. Karena proses cetakannya sederhana dan hanya satu kali suntikan, sehingga biaya produksi jadi lebih rendah.
Sedangkan jenis EPS Multi Density memiliki 2 layer, terdapat lapisan yang keras dan lapisan yang lebih lunak. Penyusunan ini sudah melalui serangkaian riset mendalam dari pabrikan untuk menentukan di titik mana yang harus dipasang lapisan yang lebih lunak dan lapisan yang keras untuk mempertimbangkan dampak yang fatal terhadap kepala ketika terkena benturan. Selain itu, proses penyatuan (bonding) antar lapisan ini memakan waktu dan biaya yang lebih besar. Dan tentunya peredaman benturannya lebih baik dan efektif dari EPS Single Density.
Mengapa EPS Sangat Krusial?
Para ahli keselamatan dari organisasi seperti Snell Memorial Foundation (lembaga independen penguji standar helm terkemuka di dunia) sering menekankan pentingnya manajemen energi ini.
Dalam pengujian laboratorium, standar keselamatan menetapkan bahwa helm tidak boleh meneruskan gaya gravitasi (G-force) lebih dari 275 G hingga 300 G ke kepala pengendara.
Manusia rata-rata bisa pingsan atau mengalami kerusakan otak permanen jika menerima hentakan di atas angka tersebut.
Fungsi utama EPS adalah memastikan angka G-force yang sampai ke otak tetap berada di bawah ambang batas fatal tersebut.
Seorang pakar biomekanika helm pernah menjelaskan bahwa perbedaan antara EPS berkualitas dengan gabus biasa adalah pada konsistensi sel udaranya. EPS helm dirancang agar setiap butirannya meletus dan menyerap energi secara seragam, bukan pecah berantakan seperti styrofoam kotak makan.
Apakah EPS Sekali Pakai?
Ini adalah bagian yang paling sering disalahpahami oleh audiens awam. EPS dirancang untuk sekali pakai (one-time use only).
Kenapa? Karena seperti yang dijelaskan di atas, EPS bekerja dengan cara remuk. Setelah kamu mengalami kecelakaan—bahkan jika batok luar helm terlihat mulus dan tidak pecah—struktur EPS di dalamnya mungkin sudah memadat atau compressed.
Jika EPS sudah memadat (gepeng), ia kehilangan kemampuan elastisitasnya untuk menyerap energi. Jika kamu memakai helm bekas kecelakaan itu lagi, sama saja kamu memakai helm yang sudah "mati" fungsinya. Saat benturan kedua terjadi, energi akan langsung diteruskan ke kepala tanpa filter.
Tanda-Tanda EPS Harus Diganti:
Pernah Jatuh/Kecelakaan: Sekecil apapun, jika kepala ada di dalamnya saat benturan, ganti helmnya.
Umur Pakai: EPS bisa mengeras seiring waktu karena oksidasi, keringat, dan minyak rambut. Rekomendasi umum adalah mengganti helm setiap 5 tahun sekali sejak tanggal produksi.
Longgar: Jika busa (padding) sudah kempes dan EPS terasa longgar, helm tidak akan efektif melindungi area vital.
Kesimpulan
Jadi, saat kamu memilih helm berikutnya, jangan hanya mengetuk bagian luarnya saja. Periksa spesifikasinya, apakah helm tersebut menggunakan Multi Density EPS? Apakah sudah lolos standar uji yang ketat?
EPS pada helm adalah malaikat pelindung yang bersembunyi di balik kain pelapis (liner). Bentuknya memang sederhana, hanya butiran polistirena yang dipadatkan, namun fungsinya adalah pembeda antara cedera ringan dengan trauma kepala yang fatal.
Jaga helmmu, jangan biarkan jatuh sembarangan, dan pastikan kamu menggantinya jika sudah pernah mengalami benturan. Ingat, kepala kita tidak ada suku cadangnya!




Comments